TEGAL.RILISJATENG.COM – Pemerintah Kota Tegal mengajak pelajar menjadi Duta Temukan, Obati Sampai Sembuh (TOS TBC) untuk membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan tuberkulosis hingga tuntas. Langkah ini dilakukan karena pelajar dinilai memiliki peran penting sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Meet and Greet TOS TBC Tahun 2026 yang diikuti ratusan pelajar SMP dan SMA se-Kota Tegal, baru-baru ini.
Ketua Panitia, dr. Silvia, mengatakan tuberkulosis dapat dicegah dan disembuhkan apabila ditemukan sejak dini serta diobati hingga tuntas. Karena itu, pelajar diharapkan mampu menjadi penyebar informasi yang benar mengenai TBC.
“Penyakit TBC sebenarnya dapat dicegah dan disembuhkan. Kami ingin adik-adik menjadi generasi yang peduli, memahami cara mencegah, membantu menemukan kasus sejak dini, serta ikut menyebarkan informasi yang benar tentang TBC kepada lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Provinsi Jawa Tengah, Hartanto, mengingatkan, TBC bukan penyakit keturunan, melainkan penyakit menular yang dapat disembuhkan melalui pengobatan yang disiplin hingga selesai.
“TBC bukan penyakit keturunan, tetapi penyakit menular yang ada obatnya dan gratis. Tantangan terbesar adalah memastikan pasien minum obat sampai tuntas agar tidak terjadi resistensi obat dan penularan terus berlanjut,” tegasnya.
Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, mengatakan percepatan eliminasi TBC memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk pelajar sebagai agen edukasi kesehatan.
“Percepatan eliminasi TBC tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan sinergi semua pihak, termasuk anak-anak sebagai generasi muda. Saya berharap seluruh peserta yang hadir hari ini dapat menjadi Duta TOS TBC dan menyebarkan semangat hidup sehat di sekolah maupun lingkungan tempat tinggalnya,” ujarnya.







